Pertumbuhan Ekonomi Ditopang Investasi dan Produktivitas
Jakarta ��� Pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Prabowo-Gibran terus diperkuat melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, dan produktivitas sektor unggulan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 99 kabupaten/kota mengalami pertumbuhan ekonomi di atas 6% pada semester I-2026. Capaian ini menunjukkan potensi daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional merupakan agregasi dari kinerja ekonomi kabupaten/kota hingga provinsi.
Sejumlah daerah mampu mencatatkan pertumbuhan di atas 8%, antara lain Kabupaten Kendal yang ditopang industri manufaktur dan Kabupaten Batang yang memperoleh dorongan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.
��Ada Kendal, karena dia memang ditopang oleh industri manufakturnya yang bergerak. Kemudian ada Batang,�� ujar Amalia.
Selain industri, peningkatan produktivitas pertanian turut memperkuat ekonomi daerah. Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan,pu mencatatkan pertumbuhan mendekati 7% melalui peningkatan produktivitas pertanian serta masuknya investasi untuk mengembangkan industri pengolahan porang.
Dari sisi investasi, realisasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan. Pengamat ekonomi Ronny P Sasmita mengatakan, investasi tersebut menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung dan menjadi perkembangan positif bagi perekonomian nasional.
��Persoalan investasi kita memang bukan hanya soal berapa besar modal yang masuk, melainkan seberapa besar nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan,�� ungkap Ronny.
Ronny menekankan pentingnya investasi yang mampu menciptakan pekerjaan berkualitas, memperkuat industri domestik, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
��Intinya, kita membutuhkan investasi yang bukan hanya capital-intensive, tetapi juga mampu menciptakan employment multiplier yang kuat,�� bebernya.
Penguatan produktivitas juga tercermin dari kinerja Perum BULOG. Direktur Utamhmad Rizal Ramdhani, mengatakan perusahaan mencatatkan laba Rp2,4 triliun hingga 26 September 2026, seiring pengadaan beras yang melampaui 4 juta ton setara beras.
��Potensinya di akhir tahun bisa lebih dari Rp3 triliun. Insyaallah,�� katanya.
Capaian tersebut didukung margin usaha 7% dan efisiensi biaya bunga pinjaman. Sinergi investasi, produktivitas, dan penguatan sektor strategis diharapkan mampu memperluas lapangan kerja berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanju




